Sepanjang malam, aku mendoakan Koronka Kerahiman Ilahi sambil merasakan rasa sakit yang terus-menerus di kaki kiriku, padahal itu bukan kaki yang terluka.
Ratusan jiwa memenuhi kamarku. Aku bisa melihat mereka mengalami penderitaan yang mendalam saat mereka mati dalam keadaan dosa yang berat. Wajah mereka terus berkerut dan berubah menjadi bentuk-bentuk yang paling mengerikan. Mereka tetap berada di kamarku sepanjang malam.
Aku bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian tidak berdoa sewaktu masih hidup?”
Mereka menjawab, “Kami pikir itu tidak perlu karena Tuhan akan menjaga kami.”
Mereka menjelaskan bahwa mereka sedang menderita di api penyucian yang dalam.
Tuhan kita memberi mereka izin untuk datang ke kamarku agar aku bisa membantu mereka. Beberapa bahkan tahu namaku dan terus memanggilku.
Aku mempersembahkan semua Jiwa-jiwa Kudus ini kepada Tuhan kita Yesus.
Aku merasa sangat lelah karena jiwa-jiwa kudus itu sehingga aku berkata, “Tuhan Yesus, maafkan aku, tetapi aku bangun di pagi hari dengan rasa yang lebih lelah daripada saat aku pergi tidur di malam hari.”
Sumber: ➥ valentina-sydneyseer.com.au